01 November 2009

cara belajar yang aneh!




menjelang UTS
knapa perut gw mulessss?? so stupid.. semester ini cuma ngambil 1 mata kuliah.. ngulang pula :P seharusnya lebih pede ujiannya, ternyata? engga! gw takut gagal
oleh karena itu, hasil belajar akan gw postkan disini
sebagai ajang pelampiasan.. dan pembuktian ke diri sendiri "apakah saya telah berhasil memahami bahan ujian saya??"

so.. kalo mau belajar.. ato mau UTS proyeksi peta.. boleh dilanjut baca
kalo gak mau, get away! *settt dah.. galak amat*


jadi begini
proyeksi peta itu mempelajari bagaimana memproyeksikan bumi fisik kita dari 3 dimensi (real kita sekarang) ke bidang datar 2 dimensi dengan distorsi (kesalahan/gangguan) sekecil mungkin

bayangkan mendatarkan sebuah bola!?!? itu bukan hal yang mudah

maka dilakukan beberapa metode dalam "mendatarkan" si bola bumi ini

bisa menggunakan kerucut
sekali lagi kita bermain dengan imajinasi, bayangkan kerucut yang dimasukkan bola
atau menggunakan tabung <-- bayangkan bola dalam tabung
atau bisa juga bidang datar

kurang lebih gambarnya seperti dibawah ini


kalo menggunakan kerucut, hasil proyeksinya seperti ini kurang lebih


can you imagine that?? jadi si kerucut yang nempel ma bumi tuh, digunting sisinya, terus di bentangkan.. begitu..

kalau diperhatikan, garis meridian dan paralelnya berbentuk gratikul. jadi garis bujur dan lintang tidak saling tegak lurus membentuk sudut 90 derajat.. melainkan garis meridian tergabar sebagai garis lurus yang kovergen ato berpusat ke arah kutub dan garis paralel tergambar sebagau lingkaran konsentris *bahasa yang aneh!*

sistem proyeksi yang menggunakan kerucut sebagai bidang proyeksinya juga bermacam-macam! gambar diatas adalah proyeksi lambert, biasa digunakan oleh pilot
ada juga proyeksi polieder atau ada yang sebut juga polyeder, suka suka lo dah mau nyebutnya kayak apa.. yang penting ujian gw harus lancaar :)

proyeksi ini (polieder) disebut juga proyeksi polysuperficial
karena setiap 20' (20 menit) terdapat bidang proyeksi lagi
jadi bayangkan (bayangkan.. bayangkan.. mpe muntah) 1 bola diatasnya ada banyaaaaak kerucut ditumpuk tumpuk dengan jarak 20' (20 menit) , mudeng ora?!?!

kalo masi gak ngerti nti tak kasi link di bawah post ini!

lanjuuuut

sekarang kita ke sistem proyeksi yang menggunakan tabung/silinder sebagai bidang proyeksinya

ada sistem proyeksi UTM (Universal Transverse Mercator), TM Int'l, TM3 BPN


untuk daerah ekuator, seperti kita di Indonesia bagus mengunakan proyeksi Mercator, karena daerah ekuator terproyeksi dengan faktor skala (k) = 1 dan ekuidistan, yang artinya jarak yang tergambar adalah benar *dalam bentuk penskalaan lho!* dan proyeksi Mercator ini biasanya digunakan untuk membuat atlas


Badan Pertanahan Nasional aka BPN Indenesia saat ini menggunakan proyeksi TM 3 deg BPN dengan faktor skala (k) = 0,9999 dan lebar zone 3 deg, berbeda dengan UTM yang lebarnya 6 deg

Mengapa zone UTM lebih besar dr TM 3 deg?? lha jelas toh beda! dari namanya aja beda, yang satu ada embel e,bel 3 deg, artinya lebarnya 3 derajat.. plis deh *ini salah satu penjelasan yang sesat*
nyang bener adalah --> karena UTM mempunyai 2 meridian standar (ingat.. UTM tu secant, sedangkan TM 3 tu tangent)


sekarang beranjak ke bidang proyeksi datar

setahu saya.. hanya sistem proyeksi azimutal yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya..
sistem azimutal ini juga terbagi menjadi TIGA! yaitu
1. Azimutal gnomonis : titik sumbu proyeksi terletak pada pusat bumi


2. Azimutal orthografis : titik sumbu proyeksi terletak pada "tak terhingga"


3. Azimutal stereografis : titik sumbu proyeksi terletak pada kutub yang berlawanan




i think that's enough for today! uff.. semoga besok ujian lancar, amin

here's the link, sebagai referensi tambahan :

1. i love proyeksi peta *terpaksa, camkan! cinta karena terpaksa tu ga enak..*





0 orang yang bawel:

Poskan Komentar